Rabu, 22 Februari 2012

JANGKRIK DAN GANGSIR

Dua serangga ini serupa tapi tak sama, dari segi makanan mungkin sama tetapi kalau gangsir tidak tahan terhadap cabai dan sangat berbeda dengan saudaranya kalau sedikit makan cabai sih tidak jadi masalah. Bagi anak desa untuk membedakan gangsir dan jangkrik tidak mengalami kesusahan, tetapi saat ini mungkin justru mengalami kesulitan untuk menemukan habitat gangsir. Maklumlah habitat gangsir kebanyakan dapat ditemukan di kebun-kebun atau pekarangan rumah, sedangkan habitat jangkrik biasanya banyak di temui di areal persawahan. Apalagi saat ini banyak ditemukan sentra-sentra pengembangbiakan jangkrik sebagai komoditi untuk makanan burung.

Cara mendapatkannya

Habitat gangsir tidak jauh berbeda dengan habitatnya jangkrik (di semak rerumputan daerah yg teduh) hanya lobang sarangnya jauh kedalam tanah bisa sampai 60cm. Trik agar gangsir keluar lobang dengan menyiramkan air kedalam lubang sampai penuh (mulut lubang)... nanti si gangsir akan keluar dengan sendirinya. Nah segera tangkap bila sudah nongol dari lubangnya.

Ada hal unik dalam menagkap gangsir ini, jika anda ingin menangkap gangsir dengan jalan menggali sarang/lubangnya usahakan posisi berdiri anda atau teman anda jangan berada di arah atas lubang (bhs. Jawanya “ngendas-endasi”). Hal ini apabila anda lakukan pasti akan mengalami kesulitan untuk menemukan gangsir yang sembunyi di dalam lubangnya.

Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Orthoptera
Upaordo: Ensifera
Superfamili: Grylloidea
Famili: Gryllidae

Kelas Insecta (serangga)
Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.

Klsifikasi (penggolongan) Insecta (serangga)
Berdasarkan metamorfisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu:
a)Hemimetabola
Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:

1). Achyptera atau Isoptera
Ciri-ciri ordo Archyptera:
- Metamorfosis tidak sempurna.
- Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya.
- Kedua sayap tipis seperti jaringan.
- Tipe mulut menggigit.

Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

2). Orthoptera
Ciri-ciri ordo Orthoptera:
- Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.
- Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.
- Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.
- Tipe mulutnya menggigit.

Contoh :
- Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)

ANATOMI

adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.


JANGKRIK


Anatomi gangsir sebetulnya mirip dengan jangkrik, hanya saja gangsir lebih tambun, terlihat lebih besar dan kuat disbanding dengan jangkring. Walaupun penulis pernah mengadu jangkrik dengan gangsir ternyata lebih ganas dan lincah jangkrik dibanding saudaranya.

Sayap jangkrik jantan dapat menghasilkan bunyi keras dan pendek-pendek krik..krik..krik.., sedangkan sayap gangsir menghasilkan bunyi yang panjang kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiuuuuuuuuuuuuuuuuuung, seperti bunyi anjing tanah atau orong-orong. Satu hal lagi suara gangsir terdengar lebih keras dan menggema karena gangsir selalu membuat lubang sebagai tempat tinggalnya. Dengan lubang tersebut akian membantu memperkeras bunyi yang keluar dari kedua sayapnya.

Entah mengapa belum ada orang tertarik untuk membudidayakan gangsir, kemungkinan karena gangsir tidak setahan jangkrik, sehingga cukup merepotkan untuk dibudidayakan. Sebagai peluang bisnis mungkin cocok untuk dicoba, karena dari sisi protein jelas gangsir tidak kalah dengan jangkrik. Apalagi dengan berat bedan yang lebih besar dibanding jangkrik tentu hanya membutuhkan jumlah relative lebih sedikit dibanding jangkrik jika anda ingin menjadikan gangsir sebagai salah satu asupan bagi peliharaan kesayangan anda atau sebagai umpan mancing. Gangsir ini sangat ampuh buat ikan lele, bawal (Pacu), hampala, gurame dll. terkadang ikan mas doyan juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar